NAMAKAN ANAK YANG MATI KETIKA LAHIR
SOALAN :
Wajibkah letak nama anak yang mati semasa lahir?
JAWAPAN :
Hukum meletakkan nama kepada anak yang meninggal dunia ketika dilahirkan atau meninggal di dalam perut adalah sunat bukannya wajib.
Tersebut pada himpunan fatwa Mufti Mesir :
ŁŲ§ ŲŖŲ¬ŲØ ŲŖŲ³Ł
ŁŲ© ŁŲ°Ų§ Ų§ŁŁ
ŁŁŁŲÆ ŁŁŁŁ ŲŖŲ³Ł
ŁŲŖŁ Ł
Ų³ŲŖŲŲØŲ©
Artinya : “Tidak wajib menamakan bayi yang meninggal dunia ketika dilahirkan dan tetapi hukum menamakannya adalah disunatkan.”
Berkata Imam Nawawi :
ŁŲ§Ł Ų£ŲµŲŲ§ŲØŁŲ§: ŁŁŁ Ł
Ų§ŲŖ Ų§ŁŁ
ŁŁŁŲÆ ŁŲØŁ ŲŖŲ³Ł
ŁŲŖŁ Ų§Ų³ŲŖُŲŲØّ ŲŖŲ³Ł
ŁŲŖُŁ
Artinya : “Telah berkata ulamak-ulamak mazhab kami jikalau meninggal dunia bayi yang dilahirkan sebelum diletak namanya maka sunat diletakkan akan namanya.” (Kitab Majmu’ Syarah Muhazzab)
Begitu juga sunat diberi nama akan bayi yang gugur dan mati.
Telah berkata Syeikh Ibnu Hajar Al-Haithami :
ŁŲ„Ł Ł
Ų§ŲŖ ŁŲØŁŁ ŲØŁ ŲŖŲ³Ł ŲŖŲ³Ł
ŁŲ© Ų³ŁŲ· ŁŁŲ®ŲŖ ŁŁŁ Ų§ŁŲ±ŁŲ
Artinya : “Dan sekalipun meninggal dunia sebelum dinamakannya bahkan disunatkan beri nama akan bayi yang gugur yang telah ditiup akan ruhnya.” (Kitab Tuhfahatul Muhtaj)
Makdsud yang telah ditiup akan ruhnya itu ialah bayi yang telah sampai usianya dalam kandungan empat bulan dan keatas.
wallahua’lam
No comments
Post a Comment